Tuesday, May 19, 2020

author photo

Daftar isi [Tampil]
Agama Islam telah masuk dan berkembang di Nusantara sejak abad yang ke 13 hingga mencapai abad ke 16. Semenjak ajaran agama Islam telah meluas, banyak kesultanan yang mengadaptasi ajaran Islam, dan akhirnya melahirkan berbagai kerajaan-kerajaan Islam. Kerajaan-kerajaan Islam yang lahir tersebut terdorong oleh berkembang pesatnya lalu lintas perniagaan jalur laut.

Melalui perdagangan yang menggunakan lalu lintas via laut tersebutlah, kemudian marak menyebar pedagang Islam yang menyebarkan ajaran agama Islam. Mereka berasal dari berbagai negara, seperti China, Arab, Persia, India, dsb. Kerajaan Islam di Indonesia tersebar di berbagai wilayah pusat seperti Sulawesi, jawa, Maluku, dan Sumatera. Berikut 7 Kerajaan Islam di Indonesia!

Kerajaan Perlak (Kesultanan Peureulak)

Sebelum agama Islam menyebar secara perlahan dan mulai meluas di Nusantara, terlebih dahulu telah berkembang berbagai kerajaan-kerajaan agama Hindu maupun Budha. Hal itu membutuhkan banyak waktu dan pengorbanan, sampai akhirnya terbentuk suatu kerajaan Islam yang dirintis oleh seorang Sultan yang telah menguasai ajaran agama Islam dengan baik.
Masjid Besar Medan
Masjid Besar di Medan Sumatera Utara

Kerajaan Islam pertama dan paling tua di Indonesia ini, berdiri pada sekitar tahun 840 Masehi hingga masa kejayaannya berakhir di tahun 1292 Masehi. Kerajaan Perlak terletak di wilayah Aceh bagian Timur. Setelah mempertahankan kerajaan selama 4,5 abad, atau tepatnya sepanjang 452 tahun, akhirnya kerajaan Perlak berakhir dengan jalan bergabung ke dalam Kerajaan Samudera Pasai.

Referensi lengkap: id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Peureulak

Kerajaan Ternate

Di tengah-tengah masa kejayaan Kerajaan Perlak, hadir pula sebuah kerajaan Islam yang kedua di Indonesia. Bermula di pertengahan abad ke 15. Di daerah timur Nusantara tepatnya di Ternate, lahir kerajaan Islam yang dinamai Kerajaan Ternate. Kerajaan Ternate lahir di tahun 1257 Masehi dan berakhir di 1950 Masehi, dengan sistem Islam yang diadaptasi total oleh seluruh komponen kerajaan.

Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan Samudera Pasai adalah kerajaan Islam yang sangat kuat dan terkenal. Bagi yang kurang mengetahui sejarah kerajaan Islam yang berdiri di Nusantara, sudah tentu banyak yang mengira Kerajaan Samudera Pasai adalah kerajaan Islam yang tertua. Padahal, kerajaan ini baru lahir di tahun 1267 Masehi dan berakhir di 1521 Masehi.
Lonceng Cakra, Simbol Kesultanan Samudera Pasai
Lonceng Cakra, Simbol Kesultanan Samudera Pasai

Letak Kerajaan Samudera Pasai adalah di Aceh bagian Utara. Di tahun ke 25 usia kerajaan, Samudera Pasai berhasil menaklukkan Kerajaan Perlak yang berada di wilayah Aceh bagian timur. Makam Sultan Malik As-Saleh yang menjadi Sultan Samudera Pasai ditemukan pada 1297 Masehi, dan menjadi bukti perjalanan Islam di Nusantara.

Referensi lengkapid.wikipedia.org/wiki/Samudera_Pasai

Kerajaan Pagaruyung

Kerajaan Islam di Nusantara selanjutnya lahir pada tahun 1347 Masehi. Masih berkembang di daerah Sumatera, kali ini kerajaan Islam lahir di Sumatera Barat. Kerajaan Pagaruyung lahir setelah Islam mulai merambah pada abad ke-14, dan berkembang pesat di abad ke-16 di Sumatera Barat. Kerajaan Pagaruyung mengakhiri masa kesultanannya di tahun 1825 Masehi.
Istana Pagaruyung di Batusangkar
Istana Pagaruyung di Batusangkar
Lihat juga: en.wikipedia.org/wiki/Pagaruyung_Kingdom

Kerajaan Malaka

Kali ini adalah kerajaan Islam bernuansa Melayu. Lahir di tahun 1405. Kerajaan Malaka berdiri di wilayah Malaka, Malaysia dan Riau, Indonesia. Awalnya, Kerajaan Malaka ketika awal berdiri belum menerapkan ajaran Islam sebagai hukum kerajaan. Namun ketika tahun 1409 Masehi, akhirnya kerajaan Malakan menetapkan Islam sebagai hukum kerajaan. Kerajaan ini berakhir di tahun 1511 M.

Kerajaan Cirebon (Kraton Kasepuhan Cirebon)

Setelah Islam meluas di pulau Sumatera, dengan hadirnya berbagai kerajaan Islam yang telah dibahas di atas, dan juga meluas di wilayah timur Nusantara tepatnya di Ternate, akhirnya ajaran Islam mulai meluas di Pulau Jawa. Meluasnya Islam di Pulau Jawa didukung oleh hadirnya para wali. Pertama kali berdiri kerajaan Islam di Pulau Jawa adalah setelah Kerajaan Cirebon terlahir.
Masjid Keraton Kasepuhan Cirebon
Masjid Keraton Kasepuhan Cirebon

Di tahun 1430, Kerajaan Cirebon lahir di Jawa Barat. Pada awal kerajaan ini lahir belum menganut Islam secara total. Namun, ketika Sunan Gunung Jati menyebarkan Islam ke seluruh wilayah Jawa bagian Barat di tahun 1479, Kerajaan Cirebon  akhirnya memutuskan secara total menerapkan syariat Islam. Kerajaan Cirebon mengakhiri masa kejayaannya di tahun 1677 Masehi.

Referensi lengkapid.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Cirebon

Kerajaan Demak

Setelah munculnya Kerajaan Cirebon sebagai kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa, khususnya Jawa bagian Barat, lahirlah Kerajaan Demak. Kerajaan ini lahir di Jawa Tengah pada tahun 1475 Masehi dan mengakhiri masa kerajaannya di tahun 1548 Masehi. Kerajaan ini lahir di Demak karena Demak merupakan kotanya para wali.

Di Demak, berkumpul berbagai wali hebat penyebar agama Islam seperti Sunan Muria, Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, dan juga Sunan Kudus. Hal itu terjadi karena banyaknya wali yang berkumpul di Demak. Demak kemudian menjadi wilayah yang disebut sebagai pusat penyebaran dan berkembangnya ajaran agama Islam.
Masjid Kesultanan Demak
Masjid Kesultanan Demak

Banyak orang yang datang ke Demak dari berbagai wilayah dan penjuru negeri, hanya untuk menuntut ilmu dan mendalami agama Islam secara lebih fokus langsung kepada para wali. Dari sinilah kemudian Islam mulai berkembang, tak hanya di Jawa Barat dan juga Jawa Tengah, namun juga Jawa Timur dan menyeberang ke berbagai pulau di Nusantara.

Ulasan terkait 7 kerajaan Islam di Indonesia yang telah dibahas di atas merupakan nama-nama kerajaan Islam yang paling tua, dan hadir sebagai pelopor kesultanan dan kerajaan Islam di tanah air. Hadirnya berbagai kerajaan Islam didukung oleh adanya aktivitas perdagangan antar negara di perairan Indonesia.

Tak hanya itu, peran para wali yang berusaha dan berjuang menyebarkan agama Islam di Nusantara, juga menjadi tolak ukur berkembang pesatnya Islam ke seluruh wilayah di Nusantara. Dari ajaran para wali tersebut pulalah, lahir berbagai sultan yang mumpuni dalam agama Islam, dan kemudian memiliki amanah untuk mendirikan kerajaan Islam yang menjadi kekayaan sejarah Indonesia.

Next article Next Post
This Is The Oldest Page