Sunday, August 9, 2020

author photo

Daftar isi [Tampil]
Mengenyam pendidikan formal merupakan hak setiap warga negara. Pendidikan formal yang dilaksanakan selama 9 tahun lamanya dengan atau tanpa tambahan perkuliahan selama 3-4 tahun. Dalam beberapa kasus, banyak siswa yang turut melaksanakan pendidikan luar sekolah untuk meningkatkan keahlian dan keterampilan tertentu.

Sejarah Pendidikan Luar Sekolah

PLS yang dapat Anda kecap saat ini hadir karena dipengaruhi beberapa aspek. Masing-masing aspek dipengaruhi oleh pandangan hidup, kebiasaan dan juga latar belakang keluarga. Tanpa seluruh aspek tersebut, para pencetus Pendidikan Luar Sekolah tidak akan bisa mengembangkan program atau sistem pendidikan ini dengan baik. Berikut ini beberapa aspek yang mempengaruhi PLS:

  1. Teoritis
Philip H.Coombs merupakan satu dari sekian banyak tokoh yang mengakui keberadaan dan manfaat PLS untuk dunia. Cooms percaya jika PLS hadir dan tercetus karena aspek teoritis yang hadir dan berkembang di sekitar masyarakat.
Pendidikan Luar Sekolah sebagai pilihan bagi orang tua
Pendidikan Luar Sekolah sebagai pilihan bagi orang tua

PLS tidak hanya bermanfaat untuk salah satu pihak atau pihak yang mendapatkan pembelajaran saja. Tapi juga berdampak banyak pada pihak-pihak lainnya. Termasuk guru pengajar, staf administrasi dan lainnya.

  1. Kebutuhan Pendidikan
Kesadaran belajar di tanah air sangat tinggi sayangnya sarana dan prasarana pendidikan belum merata. Padahal setiap tahun lahir banyak sekali penerus bangsa. Menariknya, aspek kebutuhan pendidikan juga sudah disadari sejak lama oleh para penggerak sistem PLS.

Mereka percaya jika Pendidikan Luar Sekolah akan membantu masyarakat mendapatkan pendidikan yang dibutuhkannya. Pembelajaran yang tidak bisa diperoleh di sekolah formal.

  1. Pelestarian Budaya
Sebelum mengenal pendidikan formal atau PLS, seorang anak didik mengenal pendidikan dini di dalam rumah. Orang tua yang mengajarkannya mengenal huruf dan angka serta pembelajaran lainnya.

Lihat pula: Mengenal Metode Montessori untuk Pendidikan Anak

Aspek pelestarian budaya membuat PLS bersikap bijaksana dengan tidak menghilangkan kultur atau sistem pendidikan yang telah ada sebelumnya. Justru pendidikan rumah tangga dikembangkan dan disesuaikan.

Macam-Macam PLS

Bicara tentang Pendidikan Luar Sekolah, sudahkah Anda mengetahui jenis-jenisnya? PLS diprakarsai oleh lembaga kursus, kelompok belajar, lembaga pelatihan dan lainnya. Berikut contoh Pendidikan Luar Sekolah yang sangat populer di Indonesia:

  1. Pendidikan Keaksaraan
Jumlah buta huruf di Indonesia masih sangat banyak. Kondisi ini tidak bisa dihindari karena banyak yang memilih untuk tidak mengenyam sekolah akibat kendala keuangan. Padahal membaca merupakan bagian hidup yang tidak bisa dihindari.
Pendidikan baca tulis di luar sekolah
Pendidikan baca tulis di luar sekolah

Dengan membaca, seseorang bisa menambah ilmu pengetahuan bahkan merubah dunia. Untuk memberantas buta huruf di Indonesia, beberapa pihak mengadakan pendidikan keaksaraan. Pihak yang tidak bisa membaca diajari secara intensif hingga bisa mengenal huruf dan membacanya.

  1. Pelatihan Kerja
Tahukah Anda jika pelatihan demi pelatihan kerja yang Anda ikuti di sebuah lembaga termasuk pada pendidikan luar sekolah? Pelatihan ini bertujuan untuk mendidik para pencari kerja agar menguasai keahlian atau keterampilan tertentu.

Sehingga, setelah lulus dari program pelatihan para peserta bisa mendapatkan pekerjaan tetap. Dan menyalurkan pengetahuan yang didapatkannya dari pendidikan formal dan pelatihan kerja secara optimal.

  1. Kursus Bahasa Inggris
Lembaga kursus bahasa Inggris merupakan lembaga non formal yang membantu masyarakat untuk mempelajari bahasa Inggris lebih intensif daripada di sekolah. Mengapa harus belajar bahasa Inggris? Karena bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang membantu seluruh masyarakat di dunia terhubung dengan mudah.

Pelajaran bahasa Inggris mungkin dipelajari di sekolah namun komponen yang diberikan tidak optimal. Karena dalam satu sesi, pendidikan bahasa Inggris yang diberikan sangat singkat. Di lembaga kursus, seseorang bisa belajar bahasa Inggris jauh lebih intensif dan lengkap dari sekolah formal.

  1. Belajar Alat Musik Private
Dan jenis PLS lainnya yang juga populer di Indonesia adalah private alat musik yang diprakarsai oleh lembaga kursus musik. Para siswanya bisa belajar berbagai alat musik termasuk piano, biola, gitar dan lainnya.

Itulah empat jenis PLS yang sangat populer di tanah air.  Terlepas dari jenisnya, mengikuti pendidikan non formal merupakan pilihan tiap individu. Jika Anda masih ragu untuk mengecap PLS, simak fungsinya berikut:

Menjadi Pengganti Pendidikan Formal

Mendapatkan pendidikan formal berbeda dengan PLS karena paket pembelajaran yang ditetapkan oleh masing-masing instansi hadir dari buah pikiran yang berbeda. Tapi dalam beberapa kasus, PLS bisa menjadi pengganti dari pendidikan formal.

Misalnya, paket belajar A atau paket belajar B yang setara dengan pendidikan formal di SLTP maupun SLTA. Masyarakat yang sebelumnya tidak bisa menyelesaikan pendidikan formal akan mendapatkannya di kejar paket A dan paket B.

Menambah Keahlian yang Tidak Ada di Sekolah Formal

Di sekolah formal, pembelajaran yang diberikan pada peserta didik menyesuaikan dengan modul yang diberikan. Padahal ketika memasuki dunia kerja yang dibutuhkan seseorang jauh lebih luas lagi.

Contohnya, seorang penulis novel yang belajar menulis novel secara intensif di lembaga menulis. Di mana kegiatan tersebut tidak bisa diperoleh jika Anda hanya belajar di sekolah formal saja.

Itulah hal menarik seputar pendidikan non formal. Pembelajaran lanjutan yang bisa dilakukan oleh seseorang di luar pendidikan formal. Anda yang haus akan ilmu, silahkan ikuti kursus dari lembaga-lembaga profesional yang populer di tanah air.

This Is The Newest Post
Previous article Previous Post